pink

pink

Kamis, 09 Maret 2017

Teruntukmu Calon Imamku.

Calon Suamiku Kelak...

Ku menunggu penantianmu sepanjang waktu.
Ku berdo'a menginginkanmu datang dengan cepat.
Ku tak pernah menyebut namamu dalam do'aku.
Karena aku tak tau siapa suamiku kelak.

Aku hanya berdo'a agar suamiku  pejuang Agama.
Aku berdo'a agar suamiku adalah seseorang yang hijrah dari masa jahilliyah
Aku berdo'a suamiku adalah cerminan diriku.

Teruntuk kamu calon imamku...
Maafkan aku yang dahulu, aku menyebut nama jodoh orang lain didalam do'aku.
Maafkan aku yang memperjuangkan jodoh orang lain didalam sujudku.

Calon Jodohku Kelak....

Bawalah aku meraih indahnya surga bersamamu.
Bawalah aku menggapai ridhonya dan ridhomu

Cepat datang, karena aku tercipta dari tulang rusukmu...

Rabu, 08 Maret 2017

No Khalwat Until Akad

Sekarang saatnya lebih memperjuangkan diri.
Sekarang saatnya bermuhasabah diri.
Tak perlu risau tentang akannya jodoh. Karena jodoh akan datang dengan sendirinya.

Perbaiki dirimu, pantaskan dirimu sehingga kau akan mendapatkan jodoh yang begitu pula.
Jaga hati dan dirimu untuk jodohmu.
Biarkan dirimu dalam kesendirian hati.

Allah mengetahui isi hatimu.
Allah kan memberikan yang terbaik  untuk mu.
Percayalah, perjuangan yang kau laksanakan akan membuahkan hasil yang setara dengan usahamu.
Berdo'a dan berikhtiar lah dalam  memantaskan diri.

Bahwa kelak perjuanganmu tak akan  sia-sia.
Kelak, jadilah kamu wanita yang shalihah  yang dicintai suamimu...

[PACARAN LAH SETELAH MENIKAH, BUKAN PACARAN SEBELUM MENIKAH]
-NO KHALWAT UNTIL AKAD -  ☺️

cinta yang sia-sia ku perjuangkan

Ketika hati sudah memilihmu
Ketika jiwa sudah dapat memiliki mu
Ketika tawa sudah menjadi keputusanku
Dan ketika cinta sudah dapat di perjuangkan.
Aku mencintaimu dalam keseharianmu.
Aku mencintaimu dalam kesempuraanmu
Aku mencintaimu karna Agamamu
Dan aku ingin memiliki hatimu sepenuhnya karena keshalihanmu.
Ketika cinta ini berubah menjadi nafsu, aku tak pergi. Aku menetap.
Ketika cinta sudah dibisiki syaitaan aku  tetap  tak pergi  aku masih disampingmu.
Kau bisiki janji yang  amat teramat  menjulang.
Kau bisiki cinta yang amat teramat menyempurnakan.
Kau seperti api yang langsung memanaskan telinga ini
Kau seperti es yang langsung membeku kan tubuh ini.
Kaulah kekasihku.
Kaulah lelakiku.
Kini ku sadar, bahwa cinta yang haram berasal dari syaitan. Cinta yang suci hanyalah menikah.
Maka kuputuskan untuk menunggu yang halal, walau semua terasa sakit. 
Ku menunggu yang halal walau terasa tercabik.
Pergilah, cari tulang rusukmu yang sebenarnya.
Temui dia, Tinggalkan aku.
Tak apa cinta ini menjadi sia-sia tapi InsyaAllah, Allah akan membalas semua perjuangan indah ini.

Karena aku percaya bahwa apa yang sudah menjadi milikku, akan tetap menjadi milikku dan tidak akan ada yang bisa mengubah.

Selasa, 07 Maret 2017

Shalat lah dengan surah Al-maun

Akhir-akhir ini kerasa banget lagi males buat shalat apalagi baca Al-Qur'an. Shalat yang selalu mepet akhir waktu, dan saat shalat pikiran selalu jernih dengan hal lain, tiba-tiba dapet ide cemerlang pas shalat, mikirin makanan lah, mikirin kerjaan, mikirin hal lain yang lagi jadi prioritas dalam otak. Sampe ga sadar tau-tau shalat udah mau beres dan lupa udah rakaat keberapa.
.
Sering banget kebetulan setiap shalat slalu baca surat Al-Maun, selau ga sadar, dan berulang di tiap rakaat shalat. Penasaran dengan artinya, dan ternyata :
1. Taukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Maka, itulah orang yang menghardik anak yatim
3. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin
4. Maka, celakalah orang yang shalat,
5.(yaitu) orang -orang yang lalai terhadap shalatnya
6.yang berbuat riya
7.dan enggan (memberikan) bantuan.
.
.
Tamparan halus yang nusuknya sampai ke hati, lagi-lagi Allah ingatkan dengan caranya yang lembut.
.
.
Maafkan aku ya Allah, bener banget di ayat 5, aku sedang lalai dengan shalatku, mungkin juga aku termasuk dalam semua ayatnya.
Maafkan hambaMU yang begitu lancang mengabaikanMU.
.
.
Tidak ada satu kejadianpun yang kebetulan, semua Allah atur dengan penuh kasih sayang. Tinggal kita yang siap menjemput hidayah atau tetap mengabaikannya.

Hijrah Itu bagaikan Pengantin Baru

Belajar beradaptasi
Belajar membenahi diri
Ingin terlihat jadi lebih baik
Semangat coba hal baru

Tapi tak jarang juga dengan pengalaman yang masih baru, sering terpancing emosi merasa kecewa, sedih kalau dicemooh, merasa igin menyerah, tersita waktunya, berkurang teman dan hal lain yang ga enak.

Itulah indahnya hijrah
Diluar sana lebih banyak lagi yang diuji lebih hebat

Semoga kelak melahirkan buah hati berupa akhlak baik dan ridho Allah.. Semangat mencintai Allah..

Move On Ukhti!

Ga pernah milih kamu, tapi kamu hadir
Ga minta deket tapi kenyataannya selalu bersama
Ga ada rasa tapi akhirnya begitu mendalam

Saat semua dijalani..........
Saat terucap saling menyayangi kenyataannya saling membatasi
Saat terucap saling mendukung yang terjadi saling menghalangi
Saat terucap janji tak kan saling menyakiti dan tak kan pernah pergi, ternyata
Semua itu menjadi dusta.... Kecintaan yang mendalam beda tipis dengan benci
Rasa sayang yang teramat besar berubah jadi bomerang yang slalu menghantui

Kecintaan mendalam menghadirkan keegoisan, berburuk sangka, amarah, dan banyak hal lainnya.. Semua tak kan begitu kalau "not more"
Posisikan segalanya dengan sewajarnya tanpa berlebihan
Dan ingatlah Allah lah yang membolak balikan hati manusia. Saat semuanya Lillah tak kan ada kesia-siaan dan kekecewaan.

Jangan Tangisi apa yang bukan menjadi milikmu

Jika dia ditakdirikan untukmu, dia akan datang lagi, tp jika dia bukan milikmu, maka kamu harus belajar untuk ikhlas menerima apa yang telah Allah takdirkan ..
Allah yang lebih tahu. Jadi terimalah takdir dengan ikhlas tanpa syarat ..
Allah Mahatahu mana yang pas untuk kita menurut takaranNya ..
🌷
Jadi, jangan tangisi apa yang bukan menjadi milikmu!!! Karena semua itu memang bukan yang terbaik. Apa yang dipilihkan Allah untuk menjadi milikmu itulah yang terbaik ..
🌷
" ... Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)